This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang

Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang


Menghadapi keadaan yang serba sulit maka para pemimpin bangsa Indonesia berjuang dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Bangsa Indonesia mengadakan perjuangan atau perlawanan melalui lembaga resmi pemerintahan, melalui gerakan bawah tanah, dan melalui tindakan kekerasan serta pemberontakan. Mereka tidak kehilangan semangat perjuangan Semua itu mempunyai cita-cita yang sama yakni mewujudkan Indonesia merdeka. Adapun bentuk perlawanan terhadap Jepang adalah sebagai berikut
1. Perjuangan melalui kerja sama (koperasi)
Karena gerakan yang non-kooperatif tidak mendapat tempat, para pejuang melakukan gerakan kooperatif yang dapat diterima oleh Jepang. Tujuan utama perjuangan mereka adalah mencapai Indonesia merdeka. Kerja sama kooperatif dengan pemerintah Jepang hanyalah suatu siasat atau taktik belaka. Dengan cara ini, para pejuang dapat duduk dalam lembaga-lembaga pemerintah. Dengan demikian, mereka dapat memperjuangkan atau membela nasib rakyat. Di samping itu, para pejuang dapat memanfaatkan organisasi dan lembaga-lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk perjuangan kaum nasionalis, antara lain :
  • Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.
  • Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai) Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
  • Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat) Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.
2. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah ( Non Kooperasi )
Selain melalui taktik kerja sama dengan Jepang, para pejuang melakukan perjuangan secara rahasia (gerakan bawah tanah) atau ilegal. Beberapa contoh perjuangan bawah tanah antara lain sebagai berikut
  • Gerakan Kelompok Sutan Syahrir . Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah”.
  • Golongan Persatuan Mahasiswa golongan ini sebagian besar berasal dari mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan Prapatan 10 dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia (BAPERPI) di Cikini Raya 71. Kelompok Persatuan Mahasiswa ini anti Jepang dan sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.
  • Kelompok Pemuda Menteng 31 Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu). Kelompok ini bermarkas di gedung Menteng 31 Jakarta. Secara resmi pendirian asrama ini dibiayai Jepang dengan maksud menggembleng para pemuda untuk menjadi alat mereka. Akan tetapi tempat ini oleh pemuda dimanfaatkan secara diam-diam untuk menggerakkan semangat nasionalisme.
  • Golongan Kaigun Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
3. Perlawanan Bersenjata
Perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh rakyat diberbagai daerah, antara lain sebagai berikut :
Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942) Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang guru mengaji. Perlawanan di Cot Pleing, Lhoseumawe, Aceh ini diawali dari serbuan Jepang terhadap masjid di Cot Pleing. Masjid terbakar dan pasukan Tengku Abdul Jalil banyak yang gugur. Akhirnya Tengku Abdul Jalil tewas ditembak oleh Jepang.
Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943) Perlawanan ini dilakukan oleh suku Dayak di pedalaman serta kaum feodal di hutan-hutan. Latar belakang perlawanan ini karena mereka menderita akibat tindakan Jepang yang kejam. Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.
Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944) Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa, seorang pendiri pesantren Sukamanah, perlawanan ini lebih bersifat keagamaan. KH. Zainal Mustafa tidak tahan lagi membiarkan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat, serta pemaksaan terhadap agama yakni adanya upacara “Seikeirei” (menyembah terhadap Tenno Heika Kaisar Jepang). KH. Zainal Mustafa beserta 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh Jepang tanggal 25 Oktober 1944.
Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kecamatan Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah dan H. Kartiwa. Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam. Sehabis panen, padi langsung diangkut ke balai desa. Perlawanan rakyat dapat dipadamkan secara kejam dan para pemimpin perlawanan ditangkap oleh Jepang.
Pemberontakan Peta. Salah satu pemberontakan yang terbesar pada masa pendudukan Jepang adalah pemberontakan Peta di Blitar. Pemberontakan itu dipimpin oleh Supriyadi. Pemberontakan Peta terjadi pada tanggal 14 Februari 1945.
Dampak pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang di Indonesia berdampak pada merosotnya kualitas hidup masyarakat, seperti kekurangan makanan, rakyat terpaksa makan umbi-umbian, bekicot, pohon pisang, pohon pepaya, dan sebagainya. Akibatnya rakyat Indonesia kurang gizi, gairah kerja merosot, angka kematian meningkat, kelaparan terjadi di mana-mana, berbagai penyakit timbul seperti pes, beri-beri, sakit kulit, kutu kepala, dan sebagainya. Sebagian besar rakyat di desa-desa, terpaksa memakai pakaian dari karung goni atau “bagor” atau lembaran karet/rami.

Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang

Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang


Menghadapi keadaan yang serba sulit maka para pemimpin bangsa Indonesia berjuang dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Bangsa Indonesia mengadakan perjuangan atau perlawanan melalui lembaga resmi pemerintahan, melalui gerakan bawah tanah, dan melalui tindakan kekerasan serta pemberontakan. Mereka tidak kehilangan semangat perjuangan Semua itu mempunyai cita-cita yang sama yakni mewujudkan Indonesia merdeka. Adapun bentuk perlawanan terhadap Jepang adalah sebagai berikut
1. Perjuangan melalui kerja sama (koperasi)
Karena gerakan yang non-kooperatif tidak mendapat tempat, para pejuang melakukan gerakan kooperatif yang dapat diterima oleh Jepang. Tujuan utama perjuangan mereka adalah mencapai Indonesia merdeka. Kerja sama kooperatif dengan pemerintah Jepang hanyalah suatu siasat atau taktik belaka. Dengan cara ini, para pejuang dapat duduk dalam lembaga-lembaga pemerintah. Dengan demikian, mereka dapat memperjuangkan atau membela nasib rakyat. Di samping itu, para pejuang dapat memanfaatkan organisasi dan lembaga-lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk perjuangan kaum nasionalis, antara lain :
  • Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.
  • Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai) Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
  • Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat) Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.
2. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah ( Non Kooperasi )
Selain melalui taktik kerja sama dengan Jepang, para pejuang melakukan perjuangan secara rahasia (gerakan bawah tanah) atau ilegal. Beberapa contoh perjuangan bawah tanah antara lain sebagai berikut
  • Gerakan Kelompok Sutan Syahrir . Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah”.
  • Golongan Persatuan Mahasiswa golongan ini sebagian besar berasal dari mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan Prapatan 10 dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia (BAPERPI) di Cikini Raya 71. Kelompok Persatuan Mahasiswa ini anti Jepang dan sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.
  • Kelompok Pemuda Menteng 31 Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu). Kelompok ini bermarkas di gedung Menteng 31 Jakarta. Secara resmi pendirian asrama ini dibiayai Jepang dengan maksud menggembleng para pemuda untuk menjadi alat mereka. Akan tetapi tempat ini oleh pemuda dimanfaatkan secara diam-diam untuk menggerakkan semangat nasionalisme.
  • Golongan Kaigun Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
3. Perlawanan Bersenjata
Perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh rakyat diberbagai daerah, antara lain sebagai berikut :
Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942) Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang guru mengaji. Perlawanan di Cot Pleing, Lhoseumawe, Aceh ini diawali dari serbuan Jepang terhadap masjid di Cot Pleing. Masjid terbakar dan pasukan Tengku Abdul Jalil banyak yang gugur. Akhirnya Tengku Abdul Jalil tewas ditembak oleh Jepang.
Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943) Perlawanan ini dilakukan oleh suku Dayak di pedalaman serta kaum feodal di hutan-hutan. Latar belakang perlawanan ini karena mereka menderita akibat tindakan Jepang yang kejam. Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.
Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944) Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa, seorang pendiri pesantren Sukamanah, perlawanan ini lebih bersifat keagamaan. KH. Zainal Mustafa tidak tahan lagi membiarkan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat, serta pemaksaan terhadap agama yakni adanya upacara “Seikeirei” (menyembah terhadap Tenno Heika Kaisar Jepang). KH. Zainal Mustafa beserta 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh Jepang tanggal 25 Oktober 1944.
Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kecamatan Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah dan H. Kartiwa. Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam. Sehabis panen, padi langsung diangkut ke balai desa. Perlawanan rakyat dapat dipadamkan secara kejam dan para pemimpin perlawanan ditangkap oleh Jepang.
Pemberontakan Peta. Salah satu pemberontakan yang terbesar pada masa pendudukan Jepang adalah pemberontakan Peta di Blitar. Pemberontakan itu dipimpin oleh Supriyadi. Pemberontakan Peta terjadi pada tanggal 14 Februari 1945.
Dampak pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang di Indonesia berdampak pada merosotnya kualitas hidup masyarakat, seperti kekurangan makanan, rakyat terpaksa makan umbi-umbian, bekicot, pohon pisang, pohon pepaya, dan sebagainya. Akibatnya rakyat Indonesia kurang gizi, gairah kerja merosot, angka kematian meningkat, kelaparan terjadi di mana-mana, berbagai penyakit timbul seperti pes, beri-beri, sakit kulit, kutu kepala, dan sebagainya. Sebagian besar rakyat di desa-desa, terpaksa memakai pakaian dari karung goni atau “bagor” atau lembaran karet/rami.

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia


Penelitian khusus tentang fosil manusia purba (Palaeoanthropologi) di Indonesia, dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahun 1889-1909, tahun 1931-1941, dan tahun 1952-sekarang.
a) Penelitian tahap I pada tahun 1889-1909 dilakukan oleh Dr. Eugene Dubois
Dubois menemukan fosil sepotong tulang kobi yang bisa menandakan bahwa pemiliknya berjalan tegak, di Trinil dekat Ngawi. Fosil tersebut adalah Pithecanthropus Erectus. Pada masa ini, ditemukan pula fosil manusia Wajak di daerah Kediri Jawa Timur, dan penemuan manusia purba di Kedungtrubus. Seluruh temuan Dubois tentang manusia purba di Indonesia adalah fosil-fosil tengkorak, ruas leher, rahang, gigi, tulang paha, dan tulang kering.
b) Penelitian tahap II antara 1931-1941 dilakukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koeningswald.
Mereka menemukan tengkorak dan tulang kering Pithecanthropus Soloensis di Ngandong Kabupaten Blora. Juga tahun 1936 Tjokrohandojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di utara Mojokerto. Antara tahun 1936-1941, Von Koeningswald menemukan fosil-fosil rahang, gigi, dan tengkorak di Sangiran Surakarta.
c) Penelitian tahap III Tahun 1952 sampai sekarang
Pada penelitian tahap ketiga sebagian besar penemuan terjadi di Sangiran, yang ditemukan adalah bagian-bagian tubuh Pithecanthropus yang belum pernah ditemukan sebelumnya, seperti tulang muka dan dasar tengkorak. Sehingga penemuan ini sungguh-sungguh melengkapi penemuan pada tahap pertama dan kedua.
Jenis-jenis manusia purba di Indonesia
Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Meganthropus Palaeojavanicus
adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941 di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
Pithecanthropus Erectus
adalah fosil manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Homo Sapiens
Homo Sapiens terdiri dari Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campurdarat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragmen rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. dan  Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 di tempat yang sama, terdiri atas fragmenfragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia


Penelitian khusus tentang fosil manusia purba (Palaeoanthropologi) di Indonesia, dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahun 1889-1909, tahun 1931-1941, dan tahun 1952-sekarang.
a) Penelitian tahap I pada tahun 1889-1909 dilakukan oleh Dr. Eugene Dubois
Dubois menemukan fosil sepotong tulang kobi yang bisa menandakan bahwa pemiliknya berjalan tegak, di Trinil dekat Ngawi. Fosil tersebut adalah Pithecanthropus Erectus. Pada masa ini, ditemukan pula fosil manusia Wajak di daerah Kediri Jawa Timur, dan penemuan manusia purba di Kedungtrubus. Seluruh temuan Dubois tentang manusia purba di Indonesia adalah fosil-fosil tengkorak, ruas leher, rahang, gigi, tulang paha, dan tulang kering.
b) Penelitian tahap II antara 1931-1941 dilakukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koeningswald.
Mereka menemukan tengkorak dan tulang kering Pithecanthropus Soloensis di Ngandong Kabupaten Blora. Juga tahun 1936 Tjokrohandojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di utara Mojokerto. Antara tahun 1936-1941, Von Koeningswald menemukan fosil-fosil rahang, gigi, dan tengkorak di Sangiran Surakarta.
c) Penelitian tahap III Tahun 1952 sampai sekarang
Pada penelitian tahap ketiga sebagian besar penemuan terjadi di Sangiran, yang ditemukan adalah bagian-bagian tubuh Pithecanthropus yang belum pernah ditemukan sebelumnya, seperti tulang muka dan dasar tengkorak. Sehingga penemuan ini sungguh-sungguh melengkapi penemuan pada tahap pertama dan kedua.
Jenis-jenis manusia purba di Indonesia
Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Meganthropus Palaeojavanicus
adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941 di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
Pithecanthropus Erectus
adalah fosil manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Homo Sapiens
Homo Sapiens terdiri dari Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campurdarat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragmen rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. dan  Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 di tempat yang sama, terdiri atas fragmenfragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG
 
Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah negara maju dan negara berkembang. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan Negara negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya.
Negara maju : adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. ( kebanyakan negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika Utara Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan di kawasan Asiaterdapat beberapa Negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. )
Negara berkembang: adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. ( kebanyakan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. )
Beberapa hal yang dijadikan indikator/ ukuran penilaian untuk menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang adalah :
a. Tingkat pertumbuhan penduduk.
b. Kualitas penduduk (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat kesehatan).
c. Kemajuan teknologi dan penggunaannya.
d. Kemajuan industri dan penggunaannya.
e. Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Ciri-ciri Negara maju :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi cepat.
Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
Tidak tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
Angka harapan hidup tinggi.
Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri Negara berkembang :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
Pendapatan relatif rendah.
Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
Sifat penduduk kurang mandiri.
Sangat tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
Angka harapan hidup rendah.
Intensitas mobilitas rendah.
Wilayah persebaran negara-negara maju
Di Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia,Denmark, Belgia, Swiss.
Di Benua Asia (Asia Timur) : Jepang, Korea Selatan, Asia Tenggara : Singapura
Di Benua Amerika; Amerika Serikat dan Kanada
Dibelahan Bumi Selatan: Australia dan Selandia Baru
Wilayah Persebaran negara – negara Berkembang
Di Benua Asia
Asia Tengah: Kazakhtan,Uzbekistan,Turkmenistan, Tajikistan, Kirgistan, Afganistan
Asia Selatan : Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan, Sri Lanka
Asia Barat: Irak, Iran, Tuki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon, dan Suriah
Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Laos,Fhilipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, VietnamBrunei Darussalam, Timor Leste
Di Benua Amerika:
Amerika Tengah: Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Panama, Belize, Kosta
Rika.
Kepulauan Karibia: Kuba, Haiti, Republik Dominica, Jamaica
Amerika Selatan: Bolivia, Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina, Cile, Uruguay Paraguai, Peru
Di Benua Afrika :
Afrika Utara: Sudan,Aljazair, Libia, Chad, Niger, Mesir, Maroko, Sahara Barat, Tunisia.
Afrika Timur: Ethiopia, Tanzania, Somalia,Madagaskar, Kenya,Zimbabwe, Uganda, Malawi,Burundi, Rwanda, Jibuti, Reunion, Komoro, MauriTius, Seychelles.
Afrika Barat: Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika Faso, Guinea, Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea Bissau, Gambia, Tanjung Verde
Afrika Tengah: Rep. Dem. Kongo, Angola, Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon,Sao Tome and Principe.
Afrika Selatan: Afrika Selatan, Namibia, Mozambik, Bostwana, Lesotho, Swaziland

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG
 
Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah negara maju dan negara berkembang. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan Negara negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya.
Negara maju : adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. ( kebanyakan negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika Utara Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan di kawasan Asia terdapat beberapa Negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. )
Negara berkembang : adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. ( kebanyakan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. )
Beberapa hal yang dijadikan indikator/ ukuran penilaian untuk menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang adalah :
a. Tingkat pertumbuhan penduduk.
b. Kualitas penduduk (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat kesehatan).
c. Kemajuan teknologi dan penggunaannya.
d. Kemajuan industri dan penggunaannya.
e. Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Ciri-ciri Negara maju :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi cepat.
Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
Tidak tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
Angka harapan hidup tinggi.
Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri Negara berkembang :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
Pendapatan relatif rendah.
Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
Sifat penduduk kurang mandiri.
Sangat tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
Angka harapan hidup rendah.
Intensitas mobilitas rendah.
Wilayah persebaran negara-negara maju
Di Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia,Denmark, Belgia, Swiss.
Di Benua Asia (Asia Timur) : Jepang, Korea Selatan, Asia Tenggara : Singapura
Di Benua Amerika; Amerika Serikat dan Kanada
Dibelahan Bumi Selatan: Australia dan Selandia Baru
Wilayah Persebaran negara – negara Berkembang
Di Benua Asia
Asia Tengah: Kazakhtan,Uzbekistan,Turkmenistan, Tajikistan, Kirgistan, Afganistan
Asia Selatan : Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan, Sri Lanka
Asia Barat: Irak, Iran, Tuki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon, dan Suriah
Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Laos,Fhilipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, VietnamBrunei Darussalam, Timor Leste
Di Benua Amerika:
Amerika Tengah: Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Panama, Belize, Kosta
Rika.
Kepulauan Karibia: Kuba, Haiti, Republik Dominica, Jamaica
Amerika Selatan: Bolivia, Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina, Cile, Uruguay Paraguai, Peru
Di Benua Afrika :
Afrika Utara: Sudan,Aljazair, Libia, Chad, Niger, Mesir, Maroko, Sahara Barat, Tunisia.
Afrika Timur: Ethiopia, Tanzania, Somalia,Madagaskar, Kenya,Zimbabwe, Uganda, Malawi,Burundi, Rwanda, Jibuti, Reunion, Komoro, MauriTius, Seychelles.
Afrika Barat: Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika Faso, Guinea, Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea Bissau, Gambia, Tanjung Verde
Afrika Tengah: Rep. Dem. Kongo, Angola, Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon,Sao Tome and Principe.
Afrika Selatan: Afrika Selatan, Namibia, Mozambik, Bostwana, Lesotho, Swaziland

Akibat Perang Dunia II dan Perjanjiannya

Perjanjian-perjanjian untuk mengakhiri perang dunia

Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)
Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. 
  • Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
  • Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
  • Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).
  • Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  • Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
Konferensi Paris (29 Juli – 15 Oktober 1946)
Konferensi Paris dilaksanakan antara Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Austria. Hasil Konferensi Paris ini baru ditandatangani pada tanggal 10 Februari 1947. Secara garis besar, keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Paris antara lain sebagai berikut :
  • Masing-masing negara yang kalah perang itu harus membayar ganti kerugian perang.
  • Demiliterisasi diberlakukan terhadap negaranegara yang kalah perang.
  • Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
  • Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
  • Penetapan perbatasan-perbatasan baru bagi negara-negara tersebut.
  • Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.
  • Jajahan-jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.
Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:
  • Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
  • Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional
  • Daerah-daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan kepada yang berhak. 
  • Kepulauan Kuril dan Sakalin Selatan diserahkan kepada Rusia; Manchuaria dan Taiwan diserahkan kepada Cina; serta Kepulauan Jepang di Pasifik diserahkan kepada Amerika Serikat. 
  • Korea dibagi dua dengan batas Garis 380 Lintang Utara: bagian utara diduduki Uni Soviet dan bagian selatan diduduki Amerika Serikat.
  • Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu. Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan

Akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II yang berakhir dengan korban dan kerugian yang jauh lebih besar dari pada Perang Dunia I. juga membawa dampak yang luas dalam berbagai bidang, baik bidang politik, bidang ekonomi, bidang bidang sosial, maupun bidang organisasi internasional.
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.
  • Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
  • Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin.
  • Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
  • Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, Pakta Warsawa, dan SEATO.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.
  • Perekonomian dunia rusak, kecuali Amerika Serikat. 
  • Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditur utama bagi negaranegara di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa program untuk menyalurkan bantuan berupa kredit, seperti: Marshall Plan, Truman Doctrine, Point Four Truman, dan Colombo Plan. ( Marshall Plan dibentuk untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali Eropa. Truman Doctrine bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Yunani dan Turki. Point Four Truman bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang masih terbelakang. Colombo Plan merupakan program kerja sama pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Asia Pasifik yang dibentuk di Inggris.  )
  • Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.
  • Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
  • Mendirikan rumah sakit.
  • Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
  • Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian
Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia IImenyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

Akibat Perang Dunia II dan Perjanjiannya

Perjanjian-perjanjian untuk mengakhiri perang dunia

Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)
Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. 
  • Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
  • Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
  • Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).
  • Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  • Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
Konferensi Paris (29 Juli – 15 Oktober 1946)
Konferensi Paris dilaksanakan antara Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Austria. Hasil Konferensi Paris ini baru ditandatangani pada tanggal 10 Februari 1947. Secara garis besar, keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Paris antara lain sebagai berikut :
  • Masing-masing negara yang kalah perang itu harus membayar ganti kerugian perang.
  • Demiliterisasi diberlakukan terhadap negaranegara yang kalah perang.
  • Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
  • Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
  • Penetapan perbatasan-perbatasan baru bagi negara-negara tersebut.
  • Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.
  • Jajahan-jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.
Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:
  • Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
  • Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional
  • Daerah-daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan kepada yang berhak. 
  • Kepulauan Kuril dan Sakalin Selatan diserahkan kepada Rusia; Manchuaria dan Taiwan diserahkan kepada Cina; serta Kepulauan Jepang di Pasifik diserahkan kepada Amerika Serikat. 
  • Korea dibagi dua dengan batas Garis 380 Lintang Utara: bagian utara diduduki Uni Soviet dan bagian selatan diduduki Amerika Serikat.
  • Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu. Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan

Akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II yang berakhir dengan korban dan kerugian yang jauh lebih besar dari pada Perang Dunia I. juga membawa dampak yang luas dalam berbagai bidang, baik bidang politik, bidang ekonomi, bidang bidang sosial, maupun bidang organisasi internasional.
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.
  • Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
  • Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin.
  • Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
  • Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, Pakta Warsawa, dan SEATO.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.
  • Perekonomian dunia rusak, kecuali Amerika Serikat. 
  • Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditur utama bagi negaranegara di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa program untuk menyalurkan bantuan berupa kredit, seperti: Marshall Plan, Truman Doctrine, Point Four Truman, dan Colombo Plan. ( Marshall Plan dibentuk untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali Eropa. Truman Doctrine bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Yunani dan Turki. Point Four Truman bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang masih terbelakang. Colombo Plan merupakan program kerja sama pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Asia Pasifik yang dibentuk di Inggris.  )
  • Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.
  • Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
  • Mendirikan rumah sakit.
  • Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
  • Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian
Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

Letak Geografis Indonesia

Letak Geografis Indonesia

Letak geografis adalah letak suatu tempat atau wilayah atau negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi atau letak ditinjau dengan daerah-daerah di sekitarnya.
Secara geografis, wilayah Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia (di utara khatulistiwa) dan Benua Australia (di selatan khatulistiwa) serta di antara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 
letak geografis indonesia
Letak Geografis Indonesia
Adapun pengaruh letak geografis, antara lain: Indonesia beriklim muson atau musim, wilayah Indonesia berada pada posisi silang dan strategis bagi jalur transportasi antarbenua sehingga berpengaruh terhadap kebudayaan nasional, baik negatif maupun positif.
Ditinjau dari sudut ekonomi, letak geografis Indonesia dapat mendatangkan keuntungan karena kapal dari Asia Timur yang berlayar menuju Asia Selatan, dilanjutkan ke Eropa, begitu juga sebaliknya, sebagian besar melalui wilayah Indonesia. Demikian juga kapal dari Australia yang menuju arah utara atau barat. Kapal dari samudera Pasifik menuju Samudera Hindia juga melalui perairan Indonesia. 
Letak Indonesia tersebut berada pada posisi silang sehingga merupakan persimpangan jalur lalu lintas internasional, baik lalu lintas ekonomi dan perdagangan maupun jalur pertukaran budaya.